Orang yang diutamakan untuk diberikan Ilmu, Catatan Kitab Al Manhaju As Sawi bersama Habib Ali Zainal Abidin Alkaff (19)

Agar ilmu yang dipelajari lebih bermanfaat Agama itu asasnya adalah hujjah dan dalil. Untuk mengetahui hujjah dan dalil, diperlukan ilmu. Oleh sebab itu penting bagi orang yang beragama untuk mempelajari ilmu. Setelah kita belajar suatu ilmu, maka kita mesti mengambil manfaat dari ilmu itu yaitu dengan mengamalkan terhadap diri kita Weiterlesen…

Kharidatul Bahiyyah (Baris 37-50). Ta’aluq dari Sifat Ma’ani, Sifat Jaiz Allah dan Penghuni Syurga Melihat Allah

Ta’aluq dari Sifat Ma’ani ٣٧] وواجب تعليق ذي الصفات – حتما دواما ما عدا الحياة] [37] Sifat Sifat ini wajib mempunyai ta’aluq yang menjadi objeknya, kecuali Sifat Hayat ٣٨] فالعلم جزما والكلام السامي – تعلقا بسائر الأقسام]  [38] Sifat Ilmu dan Sifat Kalam mempunyai ta’aluq semua pembagian hukum akal (perkara Weiterlesen…

Kharidatul Bahiyyah (Baris 51-53). Sifat Wajib bagi Rasul

٥١] وصف جميع الرسل بالأمانة – والصدق والتبليغ والفطانة] [51] Semua Rasul bersifat Wajib dengan Sifat Amanah, Shiddiq, Tabligh dan Fathonah  ٥٢] ويستحيل ضدها عليهم – وجائز كالأكل في حقهم] [52] Mustahil bagi Rasul bersifat lawannya, dan Jaiz bagi Rasul semua perkara kemanusiaan, seperti makan ٥٣] إرسالهم تفضل ورحمة – Weiterlesen…

Al Waasi’(الْوَاسِعُ), Al Hakiim (الْحَكِيمُ), Catatan Kajian Kitab Al Maqshad Al Asna Imam Ghazali bersama Ustad Dr Arrazy Hasyim (17)

Ringkasan Al-Maqshad Al-Asna Karya Imam Ghazali – Buya Arrazy Hasyim – YouTube Al Waasi’ (الْوَاسِعُ) Makna Al Waasi’ Al Waasi’ artinya Yang Maha Luas/Lapang. Imam Ghazali memaknai dengan Maha Luas IlmuNya dan Maha Luas NikmatNya, Maha Luas KebaikanNya. Makna luas biasanya dikaitkan dengan ukuran. Pada makhluk segala sifatnya adalah terbatas, Weiterlesen…

Kharidatul Bahiyyah (Baris 54-55). Percaya terhadap Perkara Sam’iyat (bagian 1)

Kharidatul Bahiyyah (Baris 54-55) ٥٤] ويلزم الإميان بالحساب – والحشر والعقاب والثواب] [54] Wajib bagi kita beriman kepada hari perhitungan (hisab), padang mahsyar, balasan (hukuman) dosa dan pahala ٥٥] والنشر والصراط والميزان – والحوض والنيران والجنان] [55] Juga hari kebangkitan, titian Sirath, timbangan Mizan, mata air Haudh, neraka-neraka dan syurga-syurga. Perkara Weiterlesen…

Kharidatul Bahiyyah (Baris 56-57). Percaya terhadap Perkara Sam’iyat (II)

٥٦] والجن والأملاك ثم الأنبيا – والحور والولدان ثم الأوليا] [56] Juga percaya adanya Jin, Malaikat dan kepada Anbiya, juga adanya bidadari, wildan (anak-anak syurga) dan para wali ٥٧] وكل ما جاء من البشير – من كل حكم صار كالضروري] [57] Wajib beriman kepada khabar yang dibawa oleh Nabi, ia Weiterlesen…

Keutamaan Membagikan Ilmu. Catatan Kitab Al Manhaju As Sawi bersama Habib Ali Zainal Abidin Alkaff (18)

Keutamaan menyebarkan dan berbagi Ilmu Keutamaan mengajar Sesungguhnya diantara buah yang terbesar dari ilmu dan manfaatnya adalah mengajarkan dan membagikannya kepada manusia. Terlalu banyak dalil yang menjelaskan keutamaan menyebarkan dan membagikan ilmu. Namun cukup satu dalil yang menjelaskannya, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam diutus untuk mengajarkan ilmu. Ini sudah cukup Weiterlesen…

Tidak membedakan Kenabian dan Kerasulan. Nabi dan Rasul mempunyai derajat yang berbeda. Maulid Simthudduror bersama Habib Muhammad Al Habsyi (19)

Fasal 4 Allah mendahulukan penciptaan dan memuliakan kedudukan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dari seluruh makhluk dan Nabi Dalam QS Al Baqarah : 185 Allah berfirman: ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا Weiterlesen…

Al Jaliil (الْجَلِيلُ), Al Kariim (الْكَرِيمُ), Ar Raqiib (الرَّقِيبُ), Al Mujiib (الْمُجِيبُ), Catatan Kajian Kitab Al Maqshad Al Asna Imam Ghazali bersama Ustad Dr Arrazy Hasyim (16)

Al Jalil (الْجَلِيلُ) Makna Al Jalil Jalil berasal dari kata Jalal atau Jalla yang artinya wibawa. Makna Jalil berkaitan dengan sifat yang membuat orang segan dan hormat kepada orang memiliki sifat jalil. Sifat Jalil ada Sifat ‘Izzah, Kepemilikan, Kesucian, Keilmuan, Kekayaan, Kekuasaan. Maka Al Jalil dapat diartikan Yang Maha Berwibawa. Weiterlesen…

de_DEGerman