Kharidatul Bahiyyah (Baris 1-8) 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

١] يقول راجي رحمة القدير – أي أحمد المشهور بالدردير]

[1] Berkata hamba yang mengharap rahmat Allah yang Maha Kuasa. Hamba yang bernama Aḥmad yang masyhur dengan gelar Ad-Dardīr, 

٢] الحمد لله العلي الواحد – العالم الفرد الغني الماجد]

[2] Segala puji bagi Allah, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Esa. Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Kaya, Yang Maha Mulia

٣] وأفضل الصلاة والتسليم – على النبي المصطفى الكريم]

[3] Dan sebaik-baik shalawat dan salam. Kepada Nabi pilihan yang sangat mulia

٤] وآله وصحبه الأطهار – لا سيما رفيقه في الغار]

[4] dan kepada ahli keluarganya dan sahabatnya yang suci, lebih lagi kepada sahabatnya yang menemaninya di gua.

Muqaddimah

Sikap dasar seorang hamba dan memulai amalan dengan Basmalah, Hamdalah dan Sholawat (Baris 1-4)

Pengakuan Imam Ad-Dardir sebagai hamba Allah yang mengharapkan rahmat Allah adalah sikap dasar hamba Allah yang menunjukkan rasa tawadhuk dan kehambaan kepada Allah. Seorang hamba selalu mengharapkan rahmat Allah dalam segala keadaan, baik dalam keadaan susah maupun senang, dalam keadaan diuji atau sedang menerima nikmat, dari dunia hingga akhirat, bahkan seorang hamba dapat masuk syurga adalah hanyalah karena rahmat Allah.
Ulama memulai suatu amal dengan membaca Basmalah. Kemudian membaca Hamdalah, memuji Allah sebagai Tuhan yang disembah. Setelah itu membaca sholawat dan salam ke atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam, keluarga dan shahabat beliau.
Semua ini disebutkan diawal untuk menunjukkan Keagungan Allah
Dalam memuji Allah Imam Ad-Dardir menyebut beberapa Asmaul Husna, Maha Kuasa, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Esa. Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Kaya, Yang Maha Mulia untuk menunjukkan bahwa matan yang akan dibawakan ini adalah ilmu tentang Sifat dan Asma Allah.
Kita dapat mengenal Allah dengan mengenal Asma dan SifatNya. Semakin sempurna kita mengenal Allah, semakin sempurna iman dan keyakinan kita kepada Allah. Bahkan kita tidak dapat mengimani Allah, kalau kita tidak mengetahui siapa Allah. Dengan kita mengenal Allah kita akan tahu bagaimana kita beriman dan beribadah kepada Allah.
Membaca sholawat dan salam ke atas Nabi adalah untuk menyambungkan amalan kita kepada Allah, agar amalan kita diberkati dan mendapatkan rahmat dari Allah serta memperoleh kejayaan. Dan membaca sholawat dan salam ke atas Nabi selalu diikuti dengan membaca salam dan sholawat kepada keluarganya dan shahabatnya, sebagai bagian dari Rasulullah shallallahu alahi wassalam.
Pujian kepada Allah dan sholawat kepada Nabi adalah amalan yang paling mulia. Tidaklah tinta lebih berharga, kecuali untuk menuliskan pujian kepada Allah dan menuliskan sholawat kepada Nabi. Matan yang akan kita pelajari ini bertujuan mengagungkan Allah dan memuliakan Nabi. Yang menunjukkan pentingnya mempelajari ilmu Aqidah yang akan kita pelajari ini.

______________________________________________________________________________

٥] وهذه عقيدة سنية – سميتها الخريدة البهية ]

[5] Ini adalah (kitab) aqidah yang bersinar, yang aku beri nama mutiara yang berkilau.

٦] لطيفة صغيرة في الحجم – لكنها كبيرة في العلم ]

[6] Ianya ringkas dan ringan ukurannya, tetapi berisi ilmu yang besar

٧] تكفيك علما إن ترد أن تكتفي – لأنها بزبدة الفن تفي ]

[7] Ia dapat mencukupimu dengan ilmu (Aqidah) jika engkau ingin menuntutnya. Karena ia berisi intipati ilmu (Aqidah) yang diperlukan.

٨] والله أرجو في قبول العمل – والنفع منها ثم غفر الزلل ]

[8] Aku berharap Allah menerima amalku ini. Yang dengannya orang mendapat manfaat dan Allah mengampuni kesalahanku.

Tentang Ilmu Aqidah Kharidah Bahiyyah (Mutiara yang berkilau) (Baris 5-8)

Aqidah berasal dari kata ‘Aqada yang berarti ikatan. Jadi ilmu Aqidah adalah ilmu yang membuat ikatan hati kita kepada yang mengikat yaitu Allah dan segala yang membawa kepada ikatan kepada Allah.
Imam Ad-Dardir menyatakan Ilmu Aqidah yang akan kita pelajari adalah Ilmu Aqidah yang menerangi. Beliau memberi nama Kitab (matan) ini dengan “Mutiara yang berkilau“.
Isinya ringkas dan ringan, namun isinya berisi ilmu yang banyak. Matan ini dapat mencukupi kita dengan ilmu Aqidah yang diperlukan, jika kita ingin menuntutnya.

Memuji dan bersyukur kepada Allah atas Taufik dan kemudahan dalam beramal

Ini adalah pujian dari Imam Ad-Dardir bukan untuk dirinya atau karyanya melainkan pujian kepada Allah yang telah memberi Taufiq dan kemudahan untuk beliau dalam menyelesaikan matan ini, menjadi ringkas dan ringan namun berisi ilmu yang banyak. Karena tidak ada daya dan upaya kecuali karena Kuasa Allah semata.

Senantiasa memohon rahmat Allah agar amal diterima dan dosa diampuni

Kemudian Imam Ad-Dardir memohon kepada Allah agar amalnya ini diterima. Dan memohon agar matan ini bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Yang dengan amalan ini Allah mengampuni segala kesalahan.
Ini adalah sikap dasar seorang hamba kepada Allah. Karena kita tidak pernah tahu apakah amal kita diterima oleh Allah atau tidak, walaupun secara lahiriah amal itu kelihatan baik, seperti puasa, sholat dan amal amal soleh yang lain, kita tetap selalu berdoa memohon agar Allah menerima amal ibadah kita.
Selain itu sikap dasar seorang hamba adalah merasa bersalah walaupun secara lahiriah melakukan amal soleh. Karena kita tidak tahu apakah amal itu dilakukan dengan niat dalam hati yang ikhlas atau justru dalam keadaan hati yang lalai. Dalam memohon ampun kita mengusahakan melakukan suatu amal soleh agar menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Itulah sebabnya kita senantiasa mengharap rahmat Allah, agar Allah menerima amal dan mengampuni kesalahan kita.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian