Mengenal keluarga Nabi tidak termasuk Rukun Iman, tetapi menyempurnakan Iman kita kepada Nabi

Beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam adalah termasuk Rukun Iman, wajib bagi yang ingin menganut agama Islam. Orang yang hanya beriman kepada Allah tetapi tidak beriman kepada Nabi tidak dapat diakui sebagai orang Islam. Mengenal keluarga Nabi tidak termasuk Rukun Iman. Kita tidak diwajibkan untuk mengetahui keluarga Nabi. Namun dengan mengenal keluarga Nabi, Iman kita menjadi lebih sempurna, karena dengan mengenal keluarga Nabi kita lebih mengenal Nabi dan lebih mencintai Nabi.

Baris ke 30

نَـبِـيُّـنَـا مُحَمَّدٌ قَـدْ أُرْسِلاَ ۞ لِلْـعَالَمِـيْـنَ رَحْـمَـةً وَفُضِّلاَ

30. Nabi kita Muhammad telah diutus untuk seluruh alam sebagai Rahmat dan keutamaan diberikan kepada beliau shallallahu alaihi wassalam melebihi semua makhluk

Rasulullah adalah makhluk paling agung di antara semua makhluk

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam adalah diutus oleh Allah untuk semesta alam. Alam adalah seluruh makhluk Allah, baik makhluk yang hidup yaitu manusia, hewan, tumbuhan, termasuk yang gaib yaitu Malaikat dan jin, maupun benda mati. Mengapa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam diutus kepada Malaikat, sedangn Malaikat selalu taat dan tidak punya hawa nafsu, sehingga tidak akan berbuat dosa? Jawabnya adalah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam diutus kepada mereka bukan untuk berdakwah, memperingatkan mereka, melainkan untuk menambah kemuliaan Malaikat, karena menjadi bagian dari Umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam.
Rasulullah shallallahu alaihi wassalamadalah paling agung di antara semua makhluk, termasuk Malaikat, bahkan lebih mulia dari Malaikat Jibril, Malaikat yang paling mulia di antara para Malaikat. Karena Rasulullah adalah manusia yang perlu makan, tidur dan keperluan lain sebagai manusia. Sedang Malaikat tidak memerlukan semua ini.
Syeikh Zamakhsyari dari golongan Mu’tazilah mengatakan Malaikat Jibril lebih mulia dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Namun mayoritas golongan Mu’tazilah mengatakan sebagaimana Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam adalah makhluk paling agung di antara semua makhluk. Dalil Naqli antara lain, adalah QS An Insyiroh : 5

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ 

dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?

Dalil yang lain, keredhoan Allah jika kita mengikuti Rasulullah (QS Ali Imran 31)

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ 

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Takwil Hadits Nabi tentang Nabi Yunus bin Matta

Dalam sebuah Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda ”Janganlah kalian melebih-lebihkan aku di atas nabi Yunus ibn Matta”. Para Ulama memaknai Hadits ini tidak seperti makna zahirnya yang mengatakan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam tidak lebih mulia dari Nabi Yunus bin Matta tetapi mentakwilkan sebagai berikut.
1. Ucapan itu menunjukkan ketawadhukan Nabi Muhammad.
2. Nabi ingin menekankan agar tidak merendahkan Nabi Yunus bin Matta, karena beliau adalah juga Nabi seperti Nabi Muhammad yang mesti dimuliakan.
3. Ucapan itu menunjukkan bahwa kita wajib beriman kepada Nabi Yunus sebagai Nabi sebagaimana kita beriman kepada Nabi Muhmmad. Kedudukan Nabi adalah sama untuk kita beriman kepadanya. Kita tidak membedakannya di antara mereka, sebagaimana firman Allah dalam QS Al Baqarah : 285.

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ۝٢٨٥

Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

4. Hadist tentang Nabi Yunus bin Matta diucapkan, sebelum Nabi diberitahu bahwa beliau adalah Nabi yang paling mulia.

Nabi bukan terbuat dari cahaya

Walaupun Nabi adalah manusia yang paling baik, namun beliau tetap manusia yang diciptakan sebagaimana manusia lain yaitu dari tanah dan air. Jika ada Ulama mengatakan Rasulullah adalah cahaya, bukanlah difahami dengan makna zahir, tetapi dengan makna majaz (metafora/perumpamaan).
Nabi bukan diciptakan dari cahaya seperti Malaikat. Tetapi cahaya yang dimaksud adalah seperti cahaya ilmu dan hidayah, sehingga kedatangan Nabi telah menerangi dunia yang sebelumnya berada dalam kegelapan karena kebodohan (jahiliyah) disebabkan ketiadaan ilmu dan rahmat (kasih sayang).

Baris ke 31-34 : Asal Keluarga Nabi, tempat lahir dan wafat dan usia Nabi

أَبـُوْهُ عَـبْدُ اللهِ عَبْدُ الْمُطَّلِـبْ ۞ وَهَـاشِمٌ عَبْـدُ مَنَافٍ يَـنْـتَسِبْ

31. Ayahnya ialah Abdullah putra Abdul Mutholib, dan nasabnya bersambung kepada Hasyim putra Abdu Manaf

Silsilah kakek moyang Nabi sampai kepada Adnan

Urutan silsilah Nabi, yaitu: Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam hanya menyebutkan silsilah sampai kepada Adnan. Setelah itu keatas tidak ada dalil yang sahih tentangnya. Namun yang pasti ada dalam rantai silsilah itu ada Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim dan seterusnya ada Nabi Nuh dan yang paling atas adalah Nabi Adam.

وَأُمُّـهُ آمِـنَـةُ الـزُّهْـرِيـَّـهْ ۞ أَرْضَـعَـهُ حَـلِيْمَـةُ السَّعْدِيـَّهْ

32. Dan ibunya ialah Aminah Az-Zuhriyah, yang menyusui beliau adalah Halimah As-Sadiyyah

Irhasy (Mu’jizat) Nabi ketika beliau belum diangkat menjadi Nabi

Waktu itu ada kebaisaan untuk menitipkan anak bayi ke kampung untuk disusui dan dipelihara, agar mendapat lingkungan yang bersih dan dapat berbahasa Arab yang masih murni.
Sejak kecil Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam sudah mempunyai keajaiban (khawariqul adah, peristiwa yang di luar kebiasaan). Yaitu ketika dipelihara oleh Siti Halimah, ibu susu beliau dari Bani Sa’ad. Keledai yang membawa Nabi dari Mekkah ke kampung Bani Sa’ad berjalan kencang, padahal sebelum bertemu Nabi, keledai Siti Halimah itu lemah dan lambat jalannya, sehingga Siti Halimah terlambat sampai Mekkah dan “kehabisan” bayi dari kalangan orang kaya, sehingga hanya “tersisa” Nabi Muhammad, karena beliau shallallahu alaihi wassalam adalah anak yatim, tentu upah untuk menyusui tida banyak.
Ketika sampai di kampung Bani Sa’ad, keluarga Siti Halimah menjadi makmur, karena ternak dan kebunnya menjadi subur, padahal sebelumnya kering dan ternaknya kurus dan tidak subur. Begitulah Allah menjamu manusia yang berkhidmat untuk kekasihNya, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, sejak beliau lahir.

مـَوْلِدُهُ بِـمَـكَـةَ اْلأَمِيْـنَـهْ ۞ وَفَـاتُـهُ بِـطَـيْـبَةَ الْـمَدِيْنَهْ

33. Lahirnya di Makkah yang aman, dan wafatnya di Toyibah (Madinah)

Hikmah ayah Nabi wafat ketika beliau masih dalam kandungan dan ibu Nabi wafat ketika beliau masih kecil

Nabi lahir di Mekkah dalam keadaan sebagai yatim, karena ayahnya wafat ketika beliau masih dalam kandungan ibunya. Ibunya wafat ketika beliau berusia 6 tahun. Hikmahnya adalah agar pendidikan akhlak Nabi langsung dibimbing oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wassalam:

أدبني ربي فأحسن تأديبـي

Artinya: “Tuhanku telah mendidikku, maka aku dididik dengan sebaik-baiknya didikan.”

أَتَـمَّ قَـبْـلَ الْـوَحِيِ أرْبَعِيْنَا ۞ وَعُمْـرُهُ قَـدْ جَـاوَزَ الـسِّـتِّيْنَا

Sebelum turun wahyu, nabi Muhammad telah menyempurnakan (umur) 40 tahun, dan usia beliau melebihi 60 tahun

Hikmah Nabi diangkat menjadi Rasul di usia 40 tahun

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam diangkat menjadi Rasul ketika berusia 40 tahun; menurut satu riwayat pada hari Senin pada tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus tahun 610 Masehi. Hikmahnya adalah di usia itu manusia pada umumnya telah matang pribadinya.

Baris ke 35-41 : Anak-anak Nabi dan Ibu dari mereka

سـَبْـعَةٌ أَوْلاَدُهُ فَـمِـنْـهُـمُ ۞ ثَلاَثَـةٌ مِـنَ الـذُّكُـوْرِ تُـفْهَمُ

35. Putra-putri beliau ada tujuh, tiga dari mereka adalah laki-laki

قـَاسِـمْ وَعَـبْدُ اللهِ وَهْوَ الطَّيـِّبُ ۞ وَطَـاهِـرٌ بِـذَيْـنِ ذَا يُـلَقَّبُ

36. Qasim dan Abdullah yang bergelar At-Thoyyib dan At-Thohir, dengan 2 sebutan inilah (At-Thoyyib dan At-Thohir) Abdullah diberi gelar

أَتَـاهُ إِبـْرَاهِـيْـمُ مِنْ سَـرِيـَّهْ ۞ فَأُمُّهُ مَارِيـَةُ الْـقِـبْـطِـيَّـهْ

37. Ibrohim dari budak perempuan, ibunya (Ibrohim) bernama Mariyah Al-Qibtiyyah

وَغَـيْـرُ إِبـْرَاهِيْمَ مِنْ خَـدِيْجَهْ ۞ هُمْ سِتَـةٌ فَـخُـذْ بِـهِمْ وَلِـيْجَهْ

38. Selain Ibrohim dari Khodijah, mereka ada 6 orang, maka kenalilah dengan penuh cinta

وَأَرْبَعٌ مِـنَ اْلإِنـَاثِ تُـذْكَـرُ ۞ رِضْـوَانُ رَبِّـي لِلْـجَـمِـيْعِ يُذْكَرُ

39. Dan empat orang anak perempuan Nabi akan disebutkan, semoga rida Allah untuk mereka semua

فَـاطِـمَـةُ الزَّهْرَاءُ بَعْلُهَا عَلِيْ ۞ وَابـْنـَاهُمَا السِّبْطَانِ فَضْلُهُمْ جَلِيْ

40. Fatimah Azzahro, suamu beliau adalah Ali bin Abi Tholib, dan kedua putra mereka (Hasan dan Husein) adalah cucu Nabi yang keutamaannya sudah jelas

فَـزَيْـنَـبٌ وبَـعْـدَهَـا رُقَـيَّـهْ ۞ وَأُمُّ كُـلْـثُـوْمٍ زَكَـتْ رَضِيَّهْ

41. Kemudian Zaenab dan selanjutnya Ruqayah, dan Ummu Kultsum yang suci lagi di Ridhoi

Anak-anak Nabi dan keturunan Nabi

Anak-anak Nabi ada 7 orang. 3 laki-laki dan 4 perempuan. Semua anak laki-laki beliau wafat ketika beliau masih kecil. Hikmahnya adalah agar manusia tidak terlalu memuliakan mereka ketika mereka dewasa atau menjadi Nabi, sedangkan tidak ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam. 6 anak beribu Siti Khodijah dan 1 orang dari Siti Mariyah Al Qibtiyah yaitu Ibrahim.

Walaupun semua anak laki-laki Nabi wafat, tetapi nasab keturunan Nabi tidak terputus karena dilahirkan melalui anak perempuan beliau yaitu Siti Fatimah Az-Zahra yang bersuamikan Sayidina Ali bin Abi Thalib, yaitu Sayidina Hasan dan Sayidina Hussein. Ini adalah kekecualian yang berlaku untuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda

عن جَابِرٍ رضي اللهُ عنه قال قال رسول اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم  إِنَّ اللهَ عز وجل جَعَلَ ذُرِّيَّةَ كل نَبِيٍّ في صُلْبِهِ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى جَعَلَ ذُرِّيَّتِي في صُلْبِ عَلِيِّ بن أبي طَالِبٍ رضي اللهُ عنه

Dari Jabir berkata, Rasululah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah telah menjadikan keturunan setiap nabi dalam sulbinya masing-masing dan sesungguhnya Allah menjadikan keturunanku dalam sulbi Ali bin Abi Thalib.”(HR Thabrani)

Baris ke 42-44 : Istri-istri Nabi

عَـنْ تِسْـعِ نِسْوَةٍ وَفَاةُ الْمُصْطَفَى ۞ خُـيِّـرْنَ فَاخْـتَرْنَ النَّـبِيَّ الْمُقْتَفَى

42. Wafatnya nabi meninggalkan sembilan istri, mereka semua telah diminta memilih (surga atau dunia), maka mereka memilih nabi yang menjadi panutan

عَـائِـشَـةٌ وَحَـفْصَةٌ وَسَـوْدَةُ ۞ صَـفِـيَّـةٌ مَـيْـمُـوْنَةٌ ورَمْلَةُ

43. Aisyah, Hafshah, dan Saudah, Shofiyyah, Maimunah, dan Romlah

هِنْـدٌ وزَيْـنَبٌ كَـذَا جُوَيـْرِيَهْ ۞ لِلْـمُـؤْمِنِيْنَ أُمَّـهَاتٌ مَرْضِيَهْ

44. Hindun dan Zaenab, begitu pula Juwairiyah, Bagi kaum Mukminin mereka menjadi ibu-ibu yang di Ridhoi

Hikmah Nabi mempunyai banyak istri

Istri Nabi ada 11 orang, tapi kemudian 2 orang diceraikan dan tinggal 9 orang ketika Nabi wafat. Ini juga kekhususan hanya untuk Nabi, karena dalam Islam hanya diizinkan mempunyai 4 istri sekaligus. Semua istri-istri Nabi adalah janda kecuali Siti Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Mereka adalah ibu dari orang mukmin, yang tidak boleh dinikahi setelah Nabi wafat.
Hikmahnya adalah ini menunjukkan bahwa Nabi bukan menikah karena ikut nafsu, melainkan untuk memberi contoh kepada umatnya dalam menghadapi berbagai masalah keluarga dan watak istri.
Sedang hikmah mempunyai istri Siti Aisyah yang masih muda dan cerdas, karena dari Siti Aisyah banyak hadits Nabi diriwayatkan terutama yang berkaitan dengan masalah internal keluarga dan suami-istri agar menjadi pelajaran bagi umatnya. Beliau radhiallahu anha adalah Shahabat periwayat Hadits terbanyak kedua setelah Sayidina Abu Hurairah radhiallahu anhu.

Istri-istri Nabi adalah juga contoh bagi istri Umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Keistimewaan istri-istri Nabi disebutkan dalam QS Al-Ahzab 28-29:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ اِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا فَتَعَالَيْنَ اُمَتِّعْكُنَّ وَاُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kamu menginginkan kehidupan di dunIa dan perhIasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.”

وَاِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالدَّارَ الْاٰخِرَةَ فَاِنَّ اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْمُحْسِنٰتِ مِنْكُنَّ اَجْرًا عَظِيْمًا

“Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyedIakan pahala yang besar bagi sIapa yang berbuat baik di antara kamu.”

Dalam QS Al Ahzab:32

يٰنِسَآءَ النَّبِىِّ لَسۡتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَآءِ اِنِ اتَّقَيۡتُنَّ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِالۡقَوۡلِ فَيَـطۡمَعَ الَّذِىۡ فِىۡ قَلۡبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلۡنَ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.

Baris ke 45 : Paman dan Bibi Nabi yang menjadi Shahabat Nabi

حَـمْـزَةُ عَـمُّـهُ وعَـبَّـاسٌ كَذَا ۞ عَمَّـتُـهُ صَـفِيَّـةٌ ذَاتُ احْتِذَا

45. Hamzah adalah Paman Nabi demikian pula ‘Abbas, Bibi Nabi adalah Shofiyyah yang mengikuti Nabi

Menurut riwayat, Nabi mempunyai 12 paman. Paman Nabi yang masuk Islam adalah Sayidina Hamzah radhiallahu anhu yang syahid di perang Uhud, yang kemudian menjadi pemimpin bagi para Syuhada dan Sayidina Abbas radhiallahu anhu, paman yang termuda. Sebagian meninggal sebelum Nabi diangkat menjadi Rasul, dan sebagiannya meninggal dalam keadaan menentang Rasulullah. Di antara bibi Nabi yang masuk Islam hanya Shoffiyah binti Abdul Muthalib.
Tentang Abu Thalib ada khilaf di antara ulama. Sebagian diantaranya Imam Suyuti mengatakan bahwa Abu Thalib akan selamat dari neraka, karena beliau sebenarnya beriman kepada Allah dan Rasulullah, tetapi tidak pernah mengucapkan syahadat ketika hidupnya. Selama hidupnya beliau selalu membantu dan membela Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, bahkan ikut menderita bersama Nabi dan pengikut Nabi ketika diboikot oleh kaum kafir Quraisy.
Dalam Aqidah Ahlussunnah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah syarat seseorang masuk Islam untuk diperlakukan sebagai umat Islam di dunia dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

Abu Lahab adalah paman Nabi yang berparas tampan sehingga mendapat gelar ‘Abdul ‘Uzza. Namun ketampanannya tidak menyelamatkannya dari api neraka. Abu Lahab sangat memusuhi Nabi, bahkan disebutkan dalam QS Al-Lahab tentang celakanya Abu Lahab di akhirat kelak. Abu Lahab meninggal karena penyakit menular, sehingga ketika dikuburkan, tidak ada orang yang mendekatinya. Dia dikuburkan dengan menggali kubur yang agak jauh dari jenazahnya, kemudian jenazahnya digelundungkan dari jarak jauh dengan menggunakan tongkat yang panjang, sehingga masuk ke dalam liang lahat.

Baris ke 46-50 : Peristiwa Mu’jizat Isra Mi’raj

وَقَـبْـلَ هِـجْـرَةِ النَّـبِيِّ اْلإِسْرَا ۞ مِـنْ مَـكَّـةٍ لَيْلاً لِقُدْسٍ يُدْرَى

46. Dan sebelum Nabi Hijrah (ke Madinah), terjadi peristiwa Isro’. Dari Makkah pada malam hari menuju Baitul Maqdis yang dapat dilihat

وَبَـعْـدَ إِسْـرَاءٍ عُـرُوْجٌ لِلـسَّمَا ۞ حَتىَّ رَأَى الـنَّـبِـيُّ رَبـًّا كَـلَّمَا

47. Setelah Isro’ lalu Mikraj (naik) ke atas, sehingga Nabi melihat Tuhan yang berkata-kata

مِنْ غَيْرِ كَيْفٍ وَانْحِصَارٍ وَافْـتَرَضْ ۞ عَـلَـيْهِ خَمْساً بَعْدَ خَمْسِيْنَ فَرَضْ

48. Tanpa bentuk dan ruang. Dan diwajibkan kepadanya (Shalat) 5 waktu yang sebelumnya 50 waktu

وَبَــلَّـغَ اْلأُمَّــةَ بِـاْلإِسـْرَاءِ ۞ وَفَـرْضِ خَـمْـسَةٍ بِلاَ امْتِرَاءِ

49. Dan Nabi menyampaikan kepada umat tentang peristiwa Isro’. Dan kewajiban Shalat 5 waktu tanpa keraguan

قَـدْ فَـازَ صِـدِّيْقٌ بِتَـصْدِيْقٍ لَـهُ ۞ وَبِـالْـعُرُوْجِ الصِّدْقُ وَافَى أَهْلَهُ

50. Sungguh beruntung sahabat Abubakar As-Shiddiq dengan membenarkan peristiwa tersebut, juga peristiwa Mikraj yang sudah sepantasnya kebenaran itu disandang bagi pelaku Isro’ mikraj

Isra’ Mi’raj adalah hadiah dari Allah untuk menghibur Rasulullah shallallahu alaih

Isra’ Mi’raj adalah hadiah dari Allah untuk menghibur Rasulullah shallallahu alaihi wassalam atas musibah menimpa Rasulullah dalam tahun itu, yaitu wafatnya Abu Thalib paman Nabi dan Siti Khadijah, istri Nabi yang selalu membela perjuangan Nabi.
Isra Mi’raj terjadi hanya dalam waktu yang sangat pendek pada malam hari, sehingga hangatnya tempat tidur masih terasa ketika Nabi kembali. Yaitu diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho (Isra’) dan kemudian ke langit menuju Sidratul Muntaha secara fisik dan ruh (Mi’raj). Perlu ditekankan diperjalankan secara fisik dan ruh, karena kalau secara ruh saja atau secara mimpi orang masih dapat mudah percaya. Peristiwa ini memang di luar kebiasaan (khawariqul ‘adah) oleh sebab itu disebut Mu’jizat yang menjadi ujian baik bagi orang kafir maupun orang yang beriman. Hanya orang yang beriman saja yang mempercayainya, karena ini diceritakan oleh Nabi shallallahu alaihi wassalam.
Sayidina Abu Bakar Shiddiq adalah Shahabat Nabi yang langsung membenarkan Nabi telah mengalami Isra’ dan Mi’raj tanpa ragu begitu mendengar berita itu. Bahkan beliau berkata jika Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengalami peristiwa berkali kali pun beliau akan percaya. Oleh sebab itu beliau mendapat gelar Shiddiq.

Nabi berbicara langsung kepada Allah ketika berada di Sidratul Muntaha

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wassalam berada di Sidratul Muntaha, beliau berbicara langsung kepada Allah. Kita sebagai orang beriman juga wajib beriman bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi salam telah berbicara langsung kepada Allah dalam menerima kewajiban sholat wajib dalam satu hari yang dimulai dari 50 kali dan akhirnya dikurangi menjadi 5 kali. Ada khilaf apakah Rasulullah ketika itu melihat Allah atau tidak. Yang berpendapat Rasul ketika itu tidak melihat Allah mengatakan bahwa melihat Allah hanya diberikan ketika manusia berada di dalam syurga.
Kita tidak diwajibkan mengetahui bagaimana Nabi berbicara kepada Allah. Kita meyakini bahwa Kalam Allah tidak terikat kepada waktu dan tempat, sebagaimana dijelaskan dalam Sifat Salbiyah.

Peristiwa Isra’ Miraj membuat orang kafir mengatakan Rasul itu gila, karena menurut mereka mustahil orang bisa pergi dari Mekkah ke Yerusalem dalam sebagian malam, padahal itu hanyalah mustahil adat (kebiasaan) mukan mustahil akal. Secara hukum akal peristiwa Isra’ Mi’raj adalah jaiz atu mungkin terjadi, hanya bukan perkara yang biasa. Disini perlunya kita belajar ilmu Mantiq agar dapat memahami Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

Baris ke 51-57 : Penutup

وَهَــذِهِ عَـقِـيْـدَةٌ مُـخْـتَصَرَهْ ۞ وَلِـلْـعَـوَامِ سَـهْـلَةٌ مُيَسَّرَهْ

51. Inilah Aqidah yang ringkas, dan bagi orang-orang awam (agar) mudah (dipelajari) dan ringan (untuk dihafal)

نـَاظِـمُ تِلْـكَ أَحْـمَدُ الْمَرْزُوقِيْ ۞ مَـنْ يَنْـتَمِي لِلصَّادِقِ الْمَصْدُوْقِ

52. Yang menazamkan adalah Ahmad Al Marzuqi, seorang yang bernasab ke nabi yang benar dan dibenarkan

والْحَـمْـدُ ِللهِ وَصَـلَّى سَـلَّمَا ۞ عَلَـى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ عَلَّمَا

53. Dan segala puji bagi Allah, serta shalawat dan Salam semoga tercurahkah kepada Nabi sebaik-baik orang yang telah mengajar

وَاْلآلِ وَالـصَّـحْـبِ وَكُـلِّ مُرْشِدِ ۞ وَكُـلِّ مَـنْ بِخَيْرِ هَدْيٍ يَقْتَدِي

54. Dan keluarga dan sahabat serta orang yang memberi petunjuk dan orang yang mengikuti sebaik-baik petunjuk

وَأَسْـأَلُ الْكَـرِيْمَ إِخْـلاَصَ الْعَمَلْ ۞ ونَـفْـعَ كُـلِّ مَنْ بِهَا قَدِ اشْتَغَلْ

55. Dan saya mohon kepada Allah yang Maha Pemurah keikhlasan dalam beramal dan kemanfaatan bagi setiap orang yang berpegang teguh pada akidah ini

أبْيَاتُهَا (مَـيْـزٌ) بِـعَدِّ الْجُمَّلِ ۞ تَارِيْخُها (لِيْ حَيُّ غُرٍّ) جُمَّلِ

56. Nadham ini ada 57 bait dengan hitungan abjad, tahun penulisannya 1258 Hijriah

Hisab Al Jummal adalah hitungan dari huruf Hijaiyah.

سَـمَّـيْـتُـهَا عَـقِـيْدَةَ الْـعَوَامِ ۞ مِـنْ وَاجِبٍ فِي الدِّيْنِ بِالتَّمَامِ

57. Aku namakan akidah ini Aqidatul Awam, keterangan yang wajib diketahui dalam urusan agama dengan sempurna

Nasehat dari Syeikh Saeed Fudah

Ilmu Agama yang akan kita perlukan selamanya hingga di hari akhirat adalah Ilmu Aqidah. Ilmu Fikih dan Ilmu Tasawuf tidak lagi diperlukan ketika manusia mati. Karena ketika manusia sudah mati, dia tidak perlu beribadah seperti sholat, puasa, sedekah, haji dan sebagainya. Demikian juga tidak perlu lagi bermujahadah membuang sifat Mazmumah dan memelihara sifat Mahmudah dalam hati. Yang akan dihadapi manusia adalah apa yang kita pelajari dari ilmu Aqidah.
Oleh sebab itu – selain ilmu Fikih dan ilmu Tasawuf yang kita perlukan di dunia ini – dianjurkan agar kita serius mempelajari ilmu Aqidah dan berhenti pada pelajaran dasar. Kitab Aqidatul Awwam adalah Kitab yang pertama yang mesti dipelajari, dan hendaknya terus mempelajari ilmu Aqidah yang lebih tinggi, agar kita dapat lebih menganal Allah.

Ilmu Tauhid (Aqidah) adalah kembali kepada Surat Al Fatihah. Surat yang kita baca minimal 17x. Pada ayat pertama kita memuji Allah, dan kita tidak dapat memuji Allah kecuali kita mengenal siapa Allah, yaitu Pencipta dari alam semesta Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kita hanya memuji Allah sebagai satu-satunya Tuhan Pencipta alam, dan hanya kepadaNya kita meminta tolong. Kemudian kita meminta ditunjukan jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan mereka yang tersesat.

Text lengkap dan terjemah Aqidatul Awwam dalam dilihat di Kitab Aqidatul Awam Dan Terjemah [PDF] (terjemahkitab.com).


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian