{"id":11060,"date":"2025-12-22T22:24:20","date_gmt":"2025-12-22T20:24:20","guid":{"rendered":"https:\/\/kmibremen.de\/?p=11060"},"modified":"2025-12-22T22:25:55","modified_gmt":"2025-12-22T20:25:55","slug":"al-qaul-al-mufid-fi-talkhish-ilmi-al-aqaid-8sifat-manawiyyah-mustahil-dan-jaiz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/archive\/11060","title":{"rendered":"Al-Qaul al-Mufid fi Talkhish \u2018Ilmi al-Aqaid.   (8)Sifat_ul-Ma&#8217;nawiyyah, Mustahil dan Jaiz"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Sifat <em>al-Ma\u2019nawiyyah<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Di sini selesai pembahasan sifat al-ma\u2019\u0101n\u012b, adapun sifat al-ma\u2019nawiyyah itu bukan sifat tambahan, melainkan merupakan semacam penguatan atas tetapnya sifat al-ma\u2019\u0101n\u012b bagi Dzat Allah \ufdfb .<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sifat <em>al-ma\u2019nawiyyah<\/em> ini merupakan penegasan sebagai konsekuensi lazim dari sifat <em>ma\u2019\u0101n\u012b. <\/em>Yaitu bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Maha Hidup,&nbsp; Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berbicara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sifat <em>Musta\u1e25\u012bl<\/em> bagi Allah \ufdfb<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Selayaknya bagi setiap muslim meyakini kebatilan lawan dari sifat-sifat sebelumnya, contohnya seperti ketiadaan, kebermulaan, keberakhiran, keberadaannya sama dengan makhluk, keberadaannya butuh kepada Dzat dan mukha\u1e63\u1e63i\u1e63, keberadaannya berbilang, lemah, terpaksa, tidak tahu, mati, tuli, buta, dan bisu.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing dari sifat 20 yang wajib punya lawannya, yaitu sifat yang mustahil, yang juga harus diyakini oleh setiap muslim.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sifat <em>J\u0101\u00ecz<\/em> bagi Allah \ufdfb<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Dan tersisa sifat al-Jaiz bagi Allah \ufdfb , yaitu melakukan sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya, maknanya bahwa mungkin (bukan wajib) bagi Allah \ufdfb&nbsp; mengadakan sesuatu dari makhluknya atau meniadakannya. Dan Dia adalah yang berbuat dengan kebebasan mutlak, dan ada perbuatan apapun yang wajib baginya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u0625\u064a\u062c\u0627\u062f \u0643\u0644 \u0645\u0645\u0643\u0646 \u0648\u062a\u0631\u0643\u0647<\/p>\n\n\n\n<p>Allah \ufdfb boleh mengadakan dan meniadakan apapun. Tidak ada yang wajib bagi Allah \ufdfb, tidak ada keterpaksaan. Allah \ufdfb tidak wajib mengutus para Rasul, namun karena kemurahan dan rahmat-Nya lah Allah \ufdfb mengutus para Rasul. Begitu pula dengan pahala yang diberikan Allah \ufdfb untuk hamba-Nya yang taat, atau bahwa Allah \ufdfb menciptakan surga dan neraka. Berbeda dengan mazhab <em>mu\u2019tazilah<\/em> yang mengatakan Allah \ufdfb berkewajiban mengutus para Rasul dan berkewajiban memberi pahala bagi amal baik.<\/p>\n\n\n\n<p>(Muhammad Rayyan Makiatu),<br><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLv-5GH7WeGLsFX8eVxGGiZA2nbLfWpBw8\" target=\"_blank\">Video (Playlist) di Youtube Channel Official Media KMIB<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sifat al-Ma\u2019nawiyyah Di sini selesai pembahasan sifat al-ma\u2019\u0101n\u012b, adapun sifat al-ma\u2019nawiyyah itu bukan sifat tambahan, melainkan merupakan semacam penguatan atas tetapnya sifat al-ma\u2019\u0101n\u012b bagi Dzat Allah \ufdfb . Sifat al-ma\u2019nawiyyah ini merupakan penegasan sebagai konsekuensi lazim dari sifat ma\u2019\u0101n\u012b. Yaitu bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Maha Hidup,&nbsp; [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[32,9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11060"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11060"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11065,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11060\/revisions\/11065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}