{"id":10682,"date":"2025-10-13T21:29:35","date_gmt":"2025-10-13T19:29:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kmibremen.de\/?p=10682"},"modified":"2025-10-13T23:05:06","modified_gmt":"2025-10-13T21:05:06","slug":"al-qaul-al-mufid-fi-talkhish-ilmi-al-aqaid-3pembahasan-tentang-ketuhanan-ilahiyyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/archive\/10682","title":{"rendered":"Al-Qaul al-Mufid fi Talkhish \u2018Ilmi al-Aqaid. (3)Pembahasan Tentang Ketuhanan (Il\u0101hiyy\u0101t)"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembahasan Tentang Ketuhanan (<em>Il\u0101hiyy\u0101t<\/em>)<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Pada bab ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan pencipta Yang Maha Agung, Allah \ufdfb, seperti sifat-sifat wajib bagi-Nya, sifat-sifat mustahil, dan sifat-sifat yang mungkin. Dan di antara yang wajib bagi Tuhan kita \ufdfb ada <\/em><strong><em>dua puluh sifat<\/em><\/strong><em>, yaitu <\/em><strong><em>wuj\u016bd<\/em><\/strong><em> (ada), <\/em><strong><em>qidam<\/em><\/strong><em> (tidak bermula), <\/em><strong><em>baq\u0101`<\/em><\/strong><em>(tidak berakhir), <\/em><strong><em>mukh\u0101lafatu lil-\u1e25aw\u0101dits<\/em><\/strong><em> (berbeda dengan makhluk), <\/em><strong><em>qiy\u0101m bin-nafsi<\/em><\/strong><em> (berada dengan diri-Nya sendiri), <\/em><strong><em>wa\u1e25d\u0101niyah<\/em><\/strong><em> (esa). Yang pertama (sifat wuj\u016bd) dinamai dengan <\/em><strong><em>\u1e63ifat nafsiyyah (sifat diri)<\/em><\/strong><em>, karena sifat itu hanya menunjuk pada Dzat, sementara sisanya (qidam, baq\u0101`, mukh\u0101lafatu lil-\u1e25aw\u0101dits, qiy\u0101m bin-nafsi, wa\u1e25d\u0101niyah) dinamai dengan <\/em><strong><em>\u1e63ifat salbiyyah (sifat negasi)<\/em><\/strong><em>, karena sifat-sifat itu menafikan semua yang tidak layak bagi Allah \ufdfb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ilmu akidah, definisi istilah <strong>dzat yaitu sesuatu yang memiliki sifat<\/strong>, dan <strong>sifat adalah sesuatu yang berada pada dzat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sifat Allah \ufdfb tidak terbatas pada 20 sifat, namun ini merupakan cara ulama untuk meringkas dan memudahkan dalam pengenalan dan pembelajaran, sebab sifat Allah \ufdfb Yang Maha Sempurna tidak terbatas jumlahnya, tidak berujung dan tidak berhingga. <strong>Segala sifat kesempurnaan, keindahan, keagungan, semuanya wajib bagi Allah <\/strong>\ufdfb<strong>.<\/strong> Adapun sifat yang 20 ini adalah sifat inti, yang apabila ini semua diimani, maka sifat-sifat yang lain akan diimani pula semuanya. Contohnya, Allah \ufdfb bersifat Mahakuasa menunjukkan bahwa Allah lah yang memberi kasih sayang, menghidupkan, mematikan, memberi rezeki atau menyempitkannya, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>\u1e62ifat Nafsiyyah<\/em><\/strong> disebut sifat diri karena dia tidak memberi makna tambahan apapun kepada Dzat Tuhan, melainkan merupakan hakikat Dzat itu sendiri, penunjuk bahwa Dzat itu ada. Tanpa sifat <em>wuj\u016bd<\/em>, sesuatu tidak bisa disebut <em>ada<\/em>, dan karenanya tidak bisa memiliki sifat apa pun. Maka sifat <em>wuj\u016bd<\/em> adalah dasar dari semua sifat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>\u1e62ifat<\/em><\/strong><strong> <\/strong><strong><em>Salbiyyah<\/em><\/strong> disebut sifat negasi karena dia menafikan atau meniadakan segala hal yang tidak pantas bagi Allah \ufdfb, seperti keserupaan-Nya dengan makhluk. Sifat ini dijelaskan dan dapat dipahami dengan menolak hal yang tidak mungkin bagi Allah \ufdfb.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kemudian disusul dengan sifat ma\u2019\u0101n\u012b, yaitu sifat yang ada, yang berada pada Dzat Allah \ufdfb. Sifat ini bukanlah dzat Allah itu sendiri (dari segi makna), dan bukan pula selainnya (dari sisi wujudnya), yang jumlahnya ada tujuh: Qudrah (Kuasa), Ir\u0101dah (Kehendak), \u2018Ilm (Pengetahuan), \u1e24ay\u0101h (Kehidupan), Sam\u2019 (Pendengaran), Ba\u1e63ar (Penglihatan), Kal\u0101m (Pembicaraan). Dan tetapnya sifat-sifat ini konsekuensinya adalah tetapnya sifat-sifat yang lain, yang dinamai dengan sifat ma\u2019nawiyyah, yaitu keberadaan-Nya \ufdfb sebagai wujud yang Maha Kuasa, yang Maha Berkehendak, yang Maha Mengetahui, yang Maha Hidup, yang Maha Melihat, yang Maha Berbicara.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>\u1e62ifat<\/em><\/strong><strong> <\/strong><strong><em>Ma\u2019\u0101n\u012b<\/em><\/strong> (jamak dari kata <em>ma\u2019n\u0101<\/em>) yaitu sifat yang memberi makna (bukan menegasikan ketidakpantasan, tetapi menunjukkan) kesempurnaan, keindahan, dan keagungan bagi Allah, yang berada (inheren) pada Dzat Allah, dan keberadaannya terkait langsung dengan Dzat Allah \ufdfb.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sifat <em>ma\u2019\u0101n\u012b<\/em> ini muncul <strong><em>\u1e63ifat ma\u2019nawiyyah<\/em><\/strong>, yaitu sifat-sifat yang menegaskan bahwa Allah benar-benar memiliki sifat tersebut. Jadi sifat <em>ma\u2019nawiyyah<\/em> adalah penegasan atas berlakunya sifat ma\u2019\u0101n\u012b bagi Allah \ufdfb. Misalnya, Allah \ufdfb memiliki <em>Qudrah<\/em> (Kuasa), maka Allah \ufdfb disebut bersifat <em>Q\u0101dir<\/em> (Maha Berkuasa), dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sifat Allah \ufdfb yang banyak ini tidak boleh dipahami bahwa ada sesuatu di luar Allah \ufdfb yang menyertainya, tidak boleh pula dipahami bahwa Dzat Allah \ufdfb terbagi-bagi. Semua sifat yang banyak itu berada pada Dzat-Nya yang Maha Esa, yang tidak bermula dan tidak bergantung pada apa pun. <strong>Sifat-sifat ini bukanlah esensi dzat-Nya sendiri <\/strong>(karena dzat dan sifat tetap dibedakan secara makna)<strong>, tapi juga bukan sesuatu yang terpisah dari dzat-Nya <\/strong>(karena semua sifat itu melekat sempurna pada dzat Allah \ufdfb yang Esa)<strong>.<\/strong> Misalnya, ketika membahas tentang sifat kuasa, maka sifat kuasa ini bukanlah \u201cTuhan itu sendiri\u201d, dari sisi maknanya (karena seandainya setiap sifat dianggap Tuhan, berarti Tuhan ada banyak, dan ini jelas mustahil), tapi juga tidak bisa diartikan sifat kuasa ini \u201cdi luar Tuhan\u201d (karena sifat ini berada pada Dzat-Nya).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"786\" height=\"665\" src=\"https:\/\/kmibremen.de\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10686\" srcset=\"https:\/\/kmibremen.de\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image.png 786w, https:\/\/kmibremen.de\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-300x254.png 300w, https:\/\/kmibremen.de\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-768x650.png 768w, https:\/\/kmibremen.de\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-14x12.png 14w\" sizes=\"(max-width: 786px) 100vw, 786px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sifat 20 dan <em>al-Asm\u0101`al-\u1e24usn\u0101<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Penting diketahui, bahwa dalam pembahasan ilmu tauhid, para ulama membedakan antara <em>\u1e63ifat<\/em> <em>a\u017c-\u017c\u0101t<\/em> dan <em>\u1e63ifat<\/em> <em>al-af\u2019\u0101l<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong><em>\u1e62ifat a\u017c-\u017c\u0101t<\/em><\/strong> adalah <strong>sifat yang berada pada Dzat Allah dan ada dengan adanya Allah<\/strong>. Sifat ini selalu ada, tidak berubah dan tidak bergantung para terjadinya sesuatu di luar Dzat-Nya. Misalnya Allah memiliki sifat <em>Qudrah <\/em>(kuasa), artinya Allah selalu memiliki kuasa, baik sebelum menciptakan sesuatu maupun setelahnya, kekuasaan-Nya tidak berubah dan tidak terikat waktu.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Adapun <strong><em>\u1e63ifat al-af\u2019\u0101l <\/em><\/strong>adalah <strong>sifat yang berkaitan dengan perbuatan Allah terhadap makhluk<\/strong>, dan terkait dengan waktu atau kejadian tertentu. Sifat ini tampak melalui ciptaan, dan tidak selalu harus ada seperti sifat <em>al-\u017c\u0101t<\/em>. Misalnya, Allah menunjukkan sifat-Nya yaitu <em>al-Kh\u0101liq <\/em>(Yang Maha Menciptakan) melalui perbuatan-Nya dalam menciptakan alam semesta. Sebelum alam ada, belum ada ciptaan, tapi Allah tetap bersifat <em>Qudrah<\/em> (Kuasa, sebagai <em>\u1e63ifatal-\u017c\u0101t<\/em>) tanpa ada perubahan. Contoh lain yaitu Allah memiliki sifat <em>al-Mu\u1e25y\u012b<\/em> (Maha Menghidupkan) dan <em>al-Mum\u012bt<\/em> (Maha Mematikan), yang Allah tunjukkan ketika Dia menghidupkan atau mematikan makhluk-Nya, begitu pula dengan nama-nama Allah yang kita ketahui dalam <em>al-Asm\u0101`al-\u1e24usn\u0101<\/em> maupun yang kita tidak ketahui.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>(Muhammad Rayyan Makiatu),<br><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=PLv-5GH7WeGLsFX8eVxGGiZA2nbLfWpBw8\" target=\"_blank\">Video (Playlist) di Youtube Channel Official Media KMIB<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembahasan Tentang Ketuhanan (Il\u0101hiyy\u0101t) Pada bab ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan pencipta Yang Maha Agung, Allah \ufdfb, seperti sifat-sifat wajib bagi-Nya, sifat-sifat mustahil, dan sifat-sifat yang mungkin. Dan di antara yang wajib bagi Tuhan kita \ufdfb ada dua puluh sifat, yaitu wuj\u016bd (ada), qidam (tidak bermula), [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[32,9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10682"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10682"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10682\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10689,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10682\/revisions\/10689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmibremen.de\/de\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}